Download Geotechnical Design for Sublevel Open Stoping
Download Drilling Engineering - Neal Adams
Download Ground Support in Mining and Underground
Construction (2004)
Download Engineering Geology for Underground Rocks
Download Engineering Rock Mass Classifications
Download Engineering Rock Mechanics-Vol 1
(Hudson and Harrison)
Download Engineering Rock Mechanics-Vol 2
(Hudson and Harrison)
Download Geomechanical Processes Underground Mining
Download Ground Support in Mining and Underground
Construction (2004)
Download Engineering Geology for Underground Rocks
Download Engineering Rock Mass Classifications
Download Engineering Rock Mechanics-Vol 1
(Hudson and Harrison)
Download Engineering Rock Mechanics-Vol 2
(Hudson and Harrison)
Download Geomechanical Processes Underground Mining
Surveyor yang sudah punya pengalaman di lapangan, biasanya diarahkan untuk sebagai survey data processing untuk pengolahan selanjutkan ke perhitungan volume, perhitungan cadangan, desain jalan, dan malah banyak pula yang merangkap ke mine plan, untuk menghitung kapasitas alat untuk menghitung target bulanan atau ke design tambang untuk merencanakan bentuk tambang, kemana arah jalan, berapa jumlah bench yang di perlukan, sudut kemiringan design tambang agar tidak terjadi longsoran, dan menentukan berapa kapasitas tanah penutup (overburden & interburden).
Ada pun jenis-jenis pekerjaan lain yang dilakukan oleh surveyor pertambangan adalah :
- Juru ukur tambang bertanggung jawab untuk menunjuk atau menentukan arah dan batas-batas yang akan digali sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
- Juru ukur harus segera melapor kepada petugas yang bertanggung jawab atas pekerjaan penggalian apabila mendekati (tidak kurang 50meter) dari tempat- tempat yang mempunyai potensi bahaya seperti kantong-kantong air, gas-gas berbahaya, semburan batu (rock burst), dan permukaan tanah atau penyangga- penyangga yang dapat membahayakan penggalian tersebut.
- Sedapat mungkin mengambil langkah-langkah untuk membuat ketepatan dari setiap peta-peta, gambar-gambar atas peta penampang yang belum dibuat olehnya atau yang dibawah pengawasannya.
- Harus melaporkan kepada Kepala Teknik Tambang, apabila ada keragu- raguan akan ketepatan dari setiap peta, gambar-gambar atau peta penampang dari tambang yang tidak dapat dibuat oleh atau di bawah pengawas juru ukur tambang, yang mungkin menimbulkan dampaak terhadap pekerjaan dan kegiatan tambang atau keselamatan orang-orang ditambang.
- Mengecek kapakah daerah tersebut sudah memiliki peta topografi. Jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari singkapan-singkapan yang penting.
- Selain singkapan-singkapan batuan pembawa bahan galian atau batubara (sasaran langsung), yang perlu juga diperhatikan adalah perubahan/batas batuan, orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. Hal-hal penting tersebut harus diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-alat seperti kompas geologi, inklinometer, altimeter, serta tanda-tanda alami seperti bukit, lembah, belokan sungai, jalan, kampung, dll. Dengan demikian peta geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru (peta singkapan).
- Tanda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model penyebarannya (model geologi). Dengan model geologi hepatitik tersebut kemudian dirancang pengambilan conto dengan cara acak, pembuatan sumur uji (test pit), pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan dilakukan pemboran. Lokasi-lokasi tersebut kemudian harus diplot dengan tepat di peta (dengan bantuan alat ukur, teodolit, BTM, dll.).
- Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.
Kegiatan survey di tambang tidak juga terlepas dari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, baik kesalahan random-kesalahan sistematis-dan kesalahan human error. Kesalahan ini bisa saja terjadi saat tahap ekplorasi, pengukuran topografi dan pengukuran untuk pembuatan model cadangan material, atau pada tahap Eksploitasi -Pemasangan design tambang dan pengukuran topografi progress tambang. Kesalahan dalam kegiatan survey dan pemetaan tidak hanya terjadi pada proses pengukuran lapangan saja, dapat juga terjadi pada proses prosesing data-penggunaan system koordinat dan transformasinya, penyajian data dalam bentuk peta. Kesalahan survey dalam penambangan berarti akan menyajikan data dan gambaran/peta yang salah, akibat kesalahan ini akan merambat pada kesalahan- kesalahan aplikasi penambangan yang antara lain:
- Kesalahan data-data survey dalam kegiatan eksplorasi untuk penentuan titik lokas pengeboran dan study outcrop akan menyebabkan kesalahan dalam membuat model cadangan material tambang serat kesalahan dalam menentukan besaran cadangan terkira dan terukur suatu tambang. Kesalahan ini akan menyebabkan analisa dalam studi kelayakan tambang, analisa ekomoni tambang, analisis umur tambang (mine life).
- Kesalahan dalam pembuatan model cadangan bahan tambang akan mengakibatkan kesalahan pada kesalahan pembuatan design dan kesalahan pada penentuan metode penambangan dan penggunaan alat penambangan.
- Kesalahan dalam melakukan pengukuran topografi original atau topografi progress tambang akan mengganggu proses penyaliran tambang- drainase tambang- sehingga akanmenganggu proses produksi dari aspek sequence tambang. terganggunya proses penyaliran tambang juga akan menganggu kestabilan lereng.
- Kesalahan kegiatan survey dalam mendukung kegiatan Peledakan- Blasting- (pengukuran space-boder dan depth) memungkinkan terjadi hasil produktifitas blasting yang buruk, terjadinya airblast dan undulasi permukaan tambang karena kedalaman lubang tembak yang tidak rata)
- Kegiatan survey pada pemasangan Guideline di kegiatan penambangan underground yang salah, selain mengakibatkan kemungkinan tidak tercapainya target produksi juga akan menyebabkan kegiatan penambangan mengarah pada area-area yang mungkin berbahaya- seperti jebakan gas metana dll.
- Kesalahan pada pembuatan model akan mengakibatkan kesalahan dalam perencanaan tambang (desing tambang) dan produksi penambangan sehingga cadangan/material yang tidak ikut dimodelkan akan tertinggal atau tidak didapat diambil seluruhnya.
- Kesalahan dalam pengukuran pemasangan design tambang oleh survey akan meyebabkan salahnya penggalian yang berdampak pada :
- Volume galian rencana tidak sama dengan aktual sehingga cost dari penambanga akan bertambah. (diluar SR atau Cut off yang direncanakan)
- Terganggunya Stabilitas/kemantapan lereng karena perubahan geometri lereng dan terganggunya lapisan batuan yang mendukung kestabilam lereng
- Pengambilan material tambang yang salah sehingga kualitas material tambang tidak sesuai dengan perencanaan.
- Pemasangan design ramp/jalan yang salah akan mengakibatkan munculnya potensi resiko kecelakaan.
Demikian sekilas aspek-aspek yang mungkin terjadi pada kegiatan penambangan akibat dari kegiatan survey dan pemetaan yang salah, tulisan ini semoga bisa menyadarkan kita bahwa, walaupun survey tambang adalah kegiatan survey geodesi rendah dan cukup sederhana, namun seyogyanya dilakukan dengan kaidah survey dan pemetaan yang benar, terlepas dari asumsi bahwa kegiatan survey di tambang adalah bersifat Support dan service Tambang survei cabang ilmu pengetahuan dan teknologi pertambangan. Ini mencakup semua pengukuran, perhitungan dan pemetaan yang melayani tujuan memastikan dan mendokumentasikan informasi pada semua tahap dari prospeksi dengan deposito eksploitasi dan mineral KEDUA oleh Memanfaatkan permukaan dan bekerja di bawah tanah.
1. Mengikuti Apakah Kegiatan Pokok Tambang survei:
2. Penafsiran geologi deposit mineral dalam kaitannya dengan Pemanfaatan dari padanya Ekonomi
3. Penyelidikan dan negosiasi hak penambangan mineral
4. Membuat dan merekam, dan Perhitungan saya survei pengukuran
5. Pertambangan Kartografi
Berikut adalah GROUND
WATER FLOW MODELS USED WITH CIRCULAR
FAILURE ANALYSIS CHARTS yang berguna untuk menganalisa Faktor Keamanan lereng dalam metode Hoek-Bray
Pembacaan kordinat peta
disini mengacu pada peta apa yang ingin kita pakai bersama GPS. Peta secara
global menggunakan koordinat UTM (Universal Transverse Mercator) dan latitude dan longitude (lat/lon).
Untuk
dapat membaca koordinat peta, peta tersebut harus lengkap beserta penomoran
angka koordinat pada karvak peta.
Karvak
ialah kotak bujur sangkar hasil pemotongan garis-garis khayal vertikal dan
horizontal yang membagi medan pada peta.
Pembacaan kordinat yang
akan dijelaskan yaitu:
1. UTM
2. Latitude
dan Longitude (Lat/Lon)
1.1 kordinat
UTM
Koordinat yang
menggunakan satu satuan jarak (meter) dalam pembacaannya, serta sistem yang
menggunakan zona-zona. Ada 60 zona di dunia dalam koordinat UTM tersebut, untuk
Kalimantan Selatan kena zona 50M.
Sistem Grid UTM Global
Pembacaan koordinat UTM adalah dengan cara melihat
angka pada koordinat mT (sumbu X) dan mU (sumbu Y) pada bagian samping dan
bagian atas peta , dengan menghubungkan koordinat mT dan mU maka akan didapat
suatu koordinat keberadaan titik (lokasi).
1.2
Latitude
dan longitude
Koordinat bujur
dan lintang dalam bahasa ingrisnya yaitu
latitude dan longitude (lat/lon) atau geografis. Koordinat Lat/lon menggunakan
sistem lintang dan bujur dengan satuan derajat, menit dan detik.
- kordinat lintang nol derajat (utama) yaitu garis
ekuator/khatulistiwa, garis ini kena kota pontianak.
- Kordinat bujur nol deajat (utama)yaitu garis
yang tepat kena kota greenwich inggris.
Pertemuan garis ini atau kordinat nol nol
derajat berada di laut pasifik.
Selain format posisi koordinat (UTM/GEOGRAFIS) tadi,
hal yang penting lainnya adalah tentang DATUM peta. Karena jika datum peta
berbeda maka koordinat juga akan berbeda walaupun kita berdiri di tempat yang
sama. Dalam penjelasan beberapa dosen ataupun praktisi mungkin sedikit susah
dipahami bila kita tidak punya dasar ilmu geografi. Datum itu sendiri hanya referensi
permukaan yaitu parameter acuan untuk mendefinisikan geometri ellipsoid bumi,
jadi sederhanya kita analogikan saja DATUM itu adalah ACUAN jadi jika acuan
yang kita pakai beda maka koordinat juga akan beda.
Catatan:
BAKOSURTANAL menggunakan datum WGS 84.
Penjelasan di
atas akan berhubungan dengan penggunaan GPS kita, Jika peta kita dibuat oleh
BAKOSURTANAL maka SETTING yang harus dilakukan adalah DATUM PETA (WGS 84)
FORMAT POSISI (GEOGRAFIS atau UTM).
Peta
adalah bayangan rupa bumi yang digambarkan di bidang datar (bidang gambar) yang
dapat dipertanggung jawabkan secara matematis atau dengan kata lain mempunyai skala tertentu.
Peta tanpa skala akan mengurangi arti dan fungsinya atau bahkan tidak
berguna. Skala peta menunjukkan ketelitian dan kelengkapan informasi yang
tersaji dalam peta. Peta skala besar lebih teliti dan lebih lengkap dibandingkan
peta skala kecil.
Jenis-jenis peta bisa dikelompokkan berdasarkan isi, skala,
penurunan serta penggunaannya.
Pengelompokan peta berdasarkan isinya: seperti, Peta
Hidrografi (Peta Bathymetri), Peta Geologi, Peta Kadaster (peta kepemilikan
tanah), Peta Irigasi (jaringan saluran air) dan lain-lain.
Pengelompokan peta berdasarkan skalanya yaitu:
1. peta skala besar (1 : 10.000 atau lebih besar)
2. peta skala sedang (1
: 10.000 Sampai 1 : 100.000)
3. peta skala kecil (lebih
dari 1 : 100.000).
Peta berdasarkan penurunan dan penggunaan yaitu:
1. Peta Dasar, digunakan untuk membuat
peta turunan dan perencanaan umum maupun pengembangan suatu wilayah. Peta
Tematik, dibuat atau diturunkan berdasarkan peta dasar dan memuat tema-tema
tertentu.
2. Peta topografi adalah peta yang memperlihatkan
unsur-unsur asli dan buatan manusia di atas permukaan bumi. Unsur-unsur
tersebut dapat dikenal maupun diidentifikasi dan pada umumnya untuk
memperlihatkan keadaan yang sesungguhnya.
Pengertian lain
mengenai peta topografi ada dua,
yaitu:
a. Peta yang menggambarkan relief permukaan
bumi beserta bangunan alami maupun buatan manusia yang ada di atasnya.
b. Peta yang menggambarkan relief/sifat
permukaan bumi yang digambarkan dengan garis kontur.
Peta
merupakan media untuk menyimpan dan menyajikan informasi tentang rupa bumi
dengan penyajian pada skala tertentu. Untuk memudahkan pengelolaan dan
pencarian, dibuat indeks peta dalam bentuk teks atau grafis. Gambar unsur rupa
bumi pada skala tertentu tidak selalu dapat disajikan sesuai ukurannya karena
terlalu kecil untuk digambarkan. Bila unsur itu dianggap penting untuk
disajikan, maka penyajiannya menggunakan simbol gambar tertentu.
Suatu peta bernilai informasi tinggi jika di dalamnya memuat
unsur-unsur, di antaranya adalah:
-
skala
peta
-
informasi
ketinggian (kontur)
-
informasi
arah (biasanya utara peta)
-
koordinat
-
legenda
-
indeks
peta dan unsur-unsur lain yang dipandang perlu.
GIS Dalam bahasa Indonesia adalah system informasi
geografis (S I G) adalah suatu system informasi kegeografisan yang berbasis
komputerisasi yang di gunakan untuk mengolah, menganalisa dan menyimpan suatu
data geografis.
GIS itu sendiri pada
awalnya tercetus karena proses pembuatan peta dan outputnya, jaman dulu peta di
olah secara manual, analisa juga manual dan outputnya berupa hardcopy. Seiring
berkembangnya teknologi maka tercetuslah suatu system pembuatan peta dan output
yang dialakukan secara komputerisasi yang lebih cepat, murah dan efisien.
GIS saling terintegrasi
antara beberapa komponen yaitu:
1. Hardware
(Komputer)
2. Software
(mapsource, global mapper, arcview, arcgis dll)
3. Data
(data GPS, data Google earth dll)
4. Manusia
(operator /teknisi)
5. Metode
(cara/teknik pengambilan data/ketentuan standar dll)
Penjelasan
1. Hardware,
Spesifikasi peralatan komputer, spek computer yang diperlukan tergatung pada
jenis software yang di pakai, biasanya paling minimum pentium 4 ram 2 giga,
akan lebih bagus lagi apabila ada tambahan video card
2. Software,
yaitu suatu suatu program yang mendukung dalam GIS dan pada umumnya software
yang digunakan tidak hanya satu, alasanya hanya untuk mempermudah dalam
pengerjaan project GIS. Menurut pengalaman penulis yang menggunakan beberapa
software yang digunakan ada kekurangan dan kelebihan pada beberapa software
sehingga saat melakukan project GIS semua software itu di gunakan, selain
alasan kemudahan juga.
Menurut penulis
beberapa software itu dikelompokkan menjadi 3 tipe yaitu, Software transfer,
software converter dan software pengolahan.
a.
Software Transfer (Mapsource, Basecamp)
Mapsource
digunakan untuk mentransfer data GPS untuk type 60 dan 76 kebawah sedangkan
Basecamp digunakan untuk mentransfer data GPS untuk type 62 dan 78 serta
sejenisnya. (software Transfer untuk GPS diangkat karena sesuai dengan studi
kasus lapangan kita nanti)
b.
Software converter (Global Mapper)
Karena
ada keterbatasan software GIS dalam mebaca data maka perlu ada converter data
sehingga mampu di baca software. Untuk Global Mapper hampir semua file data GIS
mampu di bacanya dan mentrasfernya ke format apapun.
c.
Software pengolahan
Adapun
software-software yang bisa digunakan untuk mengolah data diantaranya: Arcview,
Autocad, mapinfo, arcgis, Quantum Gis dll
3. Data,
Umumnya Pada GIS data itu berupa data vector, data atribut dan data raster.
a.
Data Vektor
1. Point
(titik)
2. Line
(garis)
3. Area
b.
Data Atribut
Data
keterangan atau data penjelasan, misalnya data garis atributnya jalan Ahmad Yani
c.
Data Raster
Yaitu
data berbentuk image/gambar, misalnya data Foto satellite google earth, data
hasil scan peta.
selain data
atribut semua data harus bereferensi spasial atau lokasi, sederhanya data
tersebut harus memiliki kordinat kebumian.
4. Manusia,
GIS sangat tergantung terhadap sumberdaya manusia, yaitu orang yang mengerti
GIS dalam pengoperasian teknologinya.
5. Metode,
Cara menerapkan teknologi GIS baik dari pengambilan data, pengolahan data
bahkan hingga tahap analisa data.
Download Drill Engineering Ebook (Ebook Teknik Pemboran)










