Tutorial ini berisi tentang bagaimana cara kita menghitung volume dari sebuah lubang bukaan (stope) , dalam hal ini saya menggunakan software Surpac
Jika ada pertanyakan silahkan contact
erick.alan27@gmail.com
Buka Surpac lalu pilih lokasi tempat penyimpanan data survey tambang bawah tanah (folder/file), klik kanan lalu pilih set as work directory
Klik file >> import >> data from one file
Masukkan lokasi koordinat xyz sesuai dengan kolom data >> klik ok
Lihat pada directory anda, jika import data berhasil, maka akan muncul file dalam bentuk *str
Klik lalu geser data *str ke lembar kerja, ketik PN untuk menampilkan point data hasil survey

Hapus garis garis yang terlihat mengganggu, lalu pisahkan data tersebut menjadi 3 segmen. Yaitu floor, gridlines dan roof.

Untuk menghitung jarak dari stasiun sebelumnya menuju heading, ketik BD, lalu klik point stasiun awal, dal selanjutnya klik titik pada heading dan didapat jarak yang bisa dilihat pada kolom dibawah.
Selanjutnya, untuk menghitung volume, buat Triangulasi pada floor dan roof
Ketik TRA untuk membuat segmen tergabung dengan triangulasi
Setelah terbentuk solid, kita bisa mengubah warna solid dengan klik menu solid >> trisolation >> renumber.
Untuk perhitungan volume, klik menu surface >> volume >> report volume of solid
Atur lokasi penyimpanan, lalu klik ok apply
Volume dapat dilihat pada file pdf yang langsung terbuka
Tutorial ini berisi tentang bagaimana cara kita menghitung volume dari sebuah lubang bukaan (stope) , dalam hal ini saya menggunakan software Surpac
Jika ada pertanyakan silahkan contact
erick.alan27@gmail.com
Buka Surpac lalu pilih lokasi tempat penyimpanan data survey tambang bawah tanah (folder/file), klik kanan lalu pilih set as work directory
Klik file >> import >> data from one file
Masukkan lokasi koordinat xyz
sesuai dengan kolom data >> klik ok
Lihat pada directory anda, jika
import data berhasil, maka akan muncul file dalam bentuk *str
Klik lalu geser data *str ke lembar kerja, ketik PN untuk
menampilkan point data hasil survey

Hapus garis garis yang terlihat mengganggu, lalu pisahkan data tersebut
menjadi 3 segmen. Yaitu floor, gridlines dan roof.

Untuk menghitung jarak dari stasiun
sebelumnya menuju heading, ketik BD, lalu
klik point stasiun awal, dal selanjutnya klik titik pada heading dan didapat jarak yang
bisa dilihat pada kolom dibawah.
Selanjutnya, untuk menghitung volume, buat Triangulasi pada floor dan
roof
Ketik TRA untuk membuat segmen
tergabung dengan triangulasi
Setelah terbentuk solid, kita bisa
mengubah warna solid dengan klik menu solid >> trisolation >>
renumber.
Untuk perhitungan volume, klik
menu surface >> volume >> report volume of solid
Atur lokasi penyimpanan, lalu klik
ok apply
Volume dapat dilihat pada file pdf
yang langsung terbuka
Download Geotechnical Design for Sublevel Open Stoping
Download Drilling Engineering - Neal Adams
Download Ground Support in Mining and Underground
Construction (2004)
Download Engineering Geology for Underground Rocks
Download Engineering Rock Mass Classifications
Download Engineering Rock Mechanics-Vol 1
(Hudson and Harrison)
Download Engineering Rock Mechanics-Vol 2
(Hudson and Harrison)
Download Geomechanical Processes Underground Mining
Download Ground Support in Mining and Underground
Construction (2004)
Download Engineering Geology for Underground Rocks
Download Engineering Rock Mass Classifications
Download Engineering Rock Mechanics-Vol 1
(Hudson and Harrison)
Download Engineering Rock Mechanics-Vol 2
(Hudson and Harrison)
Download Geomechanical Processes Underground Mining
Download Ebook Geotechnical, Underground Mining and Rock Mechanic
Surveyor yang sudah punya pengalaman di lapangan, biasanya diarahkan untuk sebagai survey data processing untuk pengolahan selanjutkan ke perhitungan volume, perhitungan cadangan, desain jalan, dan malah banyak pula yang merangkap ke mine plan, untuk menghitung kapasitas alat untuk menghitung target bulanan atau ke design tambang untuk merencanakan bentuk tambang, kemana arah jalan, berapa jumlah bench yang di perlukan, sudut kemiringan design tambang agar tidak terjadi longsoran, dan menentukan berapa kapasitas tanah penutup (overburden & interburden).
Ada pun jenis-jenis pekerjaan lain yang dilakukan oleh surveyor pertambangan adalah :
- Juru ukur tambang bertanggung jawab untuk menunjuk atau menentukan arah dan batas-batas yang akan digali sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
- Juru ukur harus segera melapor kepada petugas yang bertanggung jawab atas pekerjaan penggalian apabila mendekati (tidak kurang 50meter) dari tempat- tempat yang mempunyai potensi bahaya seperti kantong-kantong air, gas-gas berbahaya, semburan batu (rock burst), dan permukaan tanah atau penyangga- penyangga yang dapat membahayakan penggalian tersebut.
- Sedapat mungkin mengambil langkah-langkah untuk membuat ketepatan dari setiap peta-peta, gambar-gambar atas peta penampang yang belum dibuat olehnya atau yang dibawah pengawasannya.
- Harus melaporkan kepada Kepala Teknik Tambang, apabila ada keragu- raguan akan ketepatan dari setiap peta, gambar-gambar atau peta penampang dari tambang yang tidak dapat dibuat oleh atau di bawah pengawas juru ukur tambang, yang mungkin menimbulkan dampaak terhadap pekerjaan dan kegiatan tambang atau keselamatan orang-orang ditambang.
- Mengecek kapakah daerah tersebut sudah memiliki peta topografi. Jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari singkapan-singkapan yang penting.
- Selain singkapan-singkapan batuan pembawa bahan galian atau batubara (sasaran langsung), yang perlu juga diperhatikan adalah perubahan/batas batuan, orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. Hal-hal penting tersebut harus diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-alat seperti kompas geologi, inklinometer, altimeter, serta tanda-tanda alami seperti bukit, lembah, belokan sungai, jalan, kampung, dll. Dengan demikian peta geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru (peta singkapan).
- Tanda-tanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model penyebarannya (model geologi). Dengan model geologi hepatitik tersebut kemudian dirancang pengambilan conto dengan cara acak, pembuatan sumur uji (test pit), pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan dilakukan pemboran. Lokasi-lokasi tersebut kemudian harus diplot dengan tepat di peta (dengan bantuan alat ukur, teodolit, BTM, dll.).
- Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dll. dipakai untuk menetapkan apakah daerah survei yang bersangkutan memberikan harapan baik (prospek) atau tidak. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya.
Kegiatan survey di tambang tidak juga terlepas dari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi, baik kesalahan random-kesalahan sistematis-dan kesalahan human error. Kesalahan ini bisa saja terjadi saat tahap ekplorasi, pengukuran topografi dan pengukuran untuk pembuatan model cadangan material, atau pada tahap Eksploitasi -Pemasangan design tambang dan pengukuran topografi progress tambang. Kesalahan dalam kegiatan survey dan pemetaan tidak hanya terjadi pada proses pengukuran lapangan saja, dapat juga terjadi pada proses prosesing data-penggunaan system koordinat dan transformasinya, penyajian data dalam bentuk peta. Kesalahan survey dalam penambangan berarti akan menyajikan data dan gambaran/peta yang salah, akibat kesalahan ini akan merambat pada kesalahan- kesalahan aplikasi penambangan yang antara lain:
- Kesalahan data-data survey dalam kegiatan eksplorasi untuk penentuan titik lokas pengeboran dan study outcrop akan menyebabkan kesalahan dalam membuat model cadangan material tambang serat kesalahan dalam menentukan besaran cadangan terkira dan terukur suatu tambang. Kesalahan ini akan menyebabkan analisa dalam studi kelayakan tambang, analisa ekomoni tambang, analisis umur tambang (mine life).
- Kesalahan dalam pembuatan model cadangan bahan tambang akan mengakibatkan kesalahan pada kesalahan pembuatan design dan kesalahan pada penentuan metode penambangan dan penggunaan alat penambangan.
- Kesalahan dalam melakukan pengukuran topografi original atau topografi progress tambang akan mengganggu proses penyaliran tambang- drainase tambang- sehingga akanmenganggu proses produksi dari aspek sequence tambang. terganggunya proses penyaliran tambang juga akan menganggu kestabilan lereng.
- Kesalahan kegiatan survey dalam mendukung kegiatan Peledakan- Blasting- (pengukuran space-boder dan depth) memungkinkan terjadi hasil produktifitas blasting yang buruk, terjadinya airblast dan undulasi permukaan tambang karena kedalaman lubang tembak yang tidak rata)
- Kegiatan survey pada pemasangan Guideline di kegiatan penambangan underground yang salah, selain mengakibatkan kemungkinan tidak tercapainya target produksi juga akan menyebabkan kegiatan penambangan mengarah pada area-area yang mungkin berbahaya- seperti jebakan gas metana dll.
- Kesalahan pada pembuatan model akan mengakibatkan kesalahan dalam perencanaan tambang (desing tambang) dan produksi penambangan sehingga cadangan/material yang tidak ikut dimodelkan akan tertinggal atau tidak didapat diambil seluruhnya.
- Kesalahan dalam pengukuran pemasangan design tambang oleh survey akan meyebabkan salahnya penggalian yang berdampak pada :
- Volume galian rencana tidak sama dengan aktual sehingga cost dari penambanga akan bertambah. (diluar SR atau Cut off yang direncanakan)
- Terganggunya Stabilitas/kemantapan lereng karena perubahan geometri lereng dan terganggunya lapisan batuan yang mendukung kestabilam lereng
- Pengambilan material tambang yang salah sehingga kualitas material tambang tidak sesuai dengan perencanaan.
- Pemasangan design ramp/jalan yang salah akan mengakibatkan munculnya potensi resiko kecelakaan.
Demikian sekilas aspek-aspek yang mungkin terjadi pada kegiatan penambangan akibat dari kegiatan survey dan pemetaan yang salah, tulisan ini semoga bisa menyadarkan kita bahwa, walaupun survey tambang adalah kegiatan survey geodesi rendah dan cukup sederhana, namun seyogyanya dilakukan dengan kaidah survey dan pemetaan yang benar, terlepas dari asumsi bahwa kegiatan survey di tambang adalah bersifat Support dan service Tambang survei cabang ilmu pengetahuan dan teknologi pertambangan. Ini mencakup semua pengukuran, perhitungan dan pemetaan yang melayani tujuan memastikan dan mendokumentasikan informasi pada semua tahap dari prospeksi dengan deposito eksploitasi dan mineral KEDUA oleh Memanfaatkan permukaan dan bekerja di bawah tanah.
1. Mengikuti Apakah Kegiatan Pokok Tambang survei:
2. Penafsiran geologi deposit mineral dalam kaitannya dengan Pemanfaatan dari padanya Ekonomi
3. Penyelidikan dan negosiasi hak penambangan mineral
4. Membuat dan merekam, dan Perhitungan saya survei pengukuran
5. Pertambangan Kartografi
Free Download Mining Engineering Ebook
![]() |
| Desain Ventilasi Tambang Bawah Tanah |
a. Sistem
yang dikembangkan untuk dipergunakan pada komputer/PC (minimal Pentium 233 Mhz)
pengoprasiannya mudah
b. Pembuatan
perubahan datadapat dilakukan sembari melihat gambar jaringan ventilasi udara
yang ditampilkan pada monitor. Program secara konstan melakukan pengecekkan
sehinga kesalahan pengisisan dapat dicegah.
c. Titik
maksimum dari jaringan ventilasi udara yang dapat dilakukan analisa adalah
1.000 titik, jumlah lorong maksimum 2.000 buah lorong.
d. Lama
waktu perhitungan untuk jaringan ventilasi udara yang memiliki sekitar 1000
titik dan 200 buah lorong, pada umumnya membutuhkan waktu kurag dari 2 menit.
e. Selain
dari tahanan udara, sistem ini dapat mempertimbangkan tekanan ventilasi udara
alami grafik karekteristik fan,
lorong dengan volume udara tetap, dan seperti halnya pintu angin, dapat juga
dipertimbangkan tahanan udara yang berbeda berdasarkan arah dari ventilasi
udara. Dapat melakukan analisa jaringan ventilasi udara pada saat terjadi
kebakaran.
f. Dapat
menampilkan gambar distribusi volume udara, tekanan udara melalui monitor, plotter atau printer.
g. Pada
saat melakukan analisa kebakaran, dapat ditampilkan gas kebakaran, suhu,
konsentrasi.Juga dapat ditampilkan pergerakan kebakaran sesuai pergerakan waktu.
h. Memiliki
fungsi sebagai data base, sehinga
memungkinkan untuk melakukan pengecekan data, perbandingan hasil, dan pencarian
data. Selain itu, dapat melakukan perhitungan tahanan ventilasi udara dengan
berdasarkan jenis data, panjang lorong, luas lorong,dan koefisien gesek.
Untuk Software + Data Latihan + Tutorial download
Sertakan email, untuk password













