Jasa pembuatan section grade quality
bisa konsultasi via whatsapp ataupun tlp di 081255550904, konsultasi bertemu secara langsung bisa untuk sekitaran Banjarbaru dan Bandar Lampung
Untuk pembuatan Peta Contour bisa klik disini

Terima pembuatan peta sebaran kadar, bisa konsultasi via whatsapp ataupun tlp di 081255550904, konsultasi bertemu secara langsung bisa untuk sekitaran Banjarbaru dan Bandar Lampung
Untuk peta section grade quality klik disini
Bagi teman-teman yang kebingungan ataupun gak punya waktu untuk pekerjaan pembuatan peta (Kesampaian Daerah, Peta Lokasi, Peta Situasi, Peta Tematik, dll)
mungkin bisa pakai jasa saya..hehe
soal harga, nego langsung ke nomor 081255550904
Tinggal kirim data/ koordinat lokasi yang ingin dipetakan
Di bawah ini beberapa contoh peta yang pernah saya buat
(atau konsultasi langsung bisa, alamat saya di Banjarbaru, Kal-Sel)
Tutorial ini berisi tentang bagaimana cara kita menghitung volume dari sebuah lubang bukaan (stope) , dalam hal ini saya menggunakan software Surpac
Jika ada pertanyakan silahkan contact
erick.alan27@gmail.com
Buka Surpac lalu pilih lokasi tempat penyimpanan data survey tambang bawah tanah (folder/file), klik kanan lalu pilih set as work directory
Klik file >> import >> data from one file
Masukkan lokasi koordinat xyz sesuai dengan kolom data >> klik ok
Lihat pada directory anda, jika import data berhasil, maka akan muncul file dalam bentuk *str
Klik lalu geser data *str ke lembar kerja, ketik PN untuk menampilkan point data hasil survey

Hapus garis garis yang terlihat mengganggu, lalu pisahkan data tersebut menjadi 3 segmen. Yaitu floor, gridlines dan roof.

Untuk menghitung jarak dari stasiun sebelumnya menuju heading, ketik BD, lalu klik point stasiun awal, dal selanjutnya klik titik pada heading dan didapat jarak yang bisa dilihat pada kolom dibawah.
Selanjutnya, untuk menghitung volume, buat Triangulasi pada floor dan roof
Ketik TRA untuk membuat segmen tergabung dengan triangulasi
Setelah terbentuk solid, kita bisa mengubah warna solid dengan klik menu solid >> trisolation >> renumber.
Untuk perhitungan volume, klik menu surface >> volume >> report volume of solid
Atur lokasi penyimpanan, lalu klik ok apply
Volume dapat dilihat pada file pdf yang langsung terbuka
Tutorial ini berisi tentang bagaimana cara kita menghitung volume dari sebuah lubang bukaan (stope) , dalam hal ini saya menggunakan software Surpac
Jika ada pertanyakan silahkan contact
erick.alan27@gmail.com
Buka Surpac lalu pilih lokasi tempat penyimpanan data survey tambang bawah tanah (folder/file), klik kanan lalu pilih set as work directory
Klik file >> import >> data from one file
Masukkan lokasi koordinat xyz
sesuai dengan kolom data >> klik ok
Lihat pada directory anda, jika
import data berhasil, maka akan muncul file dalam bentuk *str
Klik lalu geser data *str ke lembar kerja, ketik PN untuk
menampilkan point data hasil survey

Hapus garis garis yang terlihat mengganggu, lalu pisahkan data tersebut
menjadi 3 segmen. Yaitu floor, gridlines dan roof.

Untuk menghitung jarak dari stasiun
sebelumnya menuju heading, ketik BD, lalu
klik point stasiun awal, dal selanjutnya klik titik pada heading dan didapat jarak yang
bisa dilihat pada kolom dibawah.
Selanjutnya, untuk menghitung volume, buat Triangulasi pada floor dan
roof
Ketik TRA untuk membuat segmen
tergabung dengan triangulasi
Setelah terbentuk solid, kita bisa
mengubah warna solid dengan klik menu solid >> trisolation >>
renumber.
Untuk perhitungan volume, klik
menu surface >> volume >> report volume of solid
Atur lokasi penyimpanan, lalu klik
ok apply
Volume dapat dilihat pada file pdf
yang langsung terbuka
Global Mapper adalah salah satu perangkat lunak yang cukup populer sering digunakan oleh kalangan praktisi GIS (geographics information system) atau orang-orang yang berkecimpung di bidang pemetaan. Salah satu keistimewaan program ini adalah kompatibilitasnya dengan banyak sekali format file. Sehingga dapat digunakan oleh banyak orang dari latar belakang pengetahuan perangkat lunak lain yang berbeda-beda.
Global Mapper® dari Intermap lebih dari sekadar alat penayang yang menampilkan arsiran, elevasi, atau kumpulan data vektor yang paling populer: Perangkat ini juga dapat mengkonversi, mengedit, mencetak, melacak GPS, dan memungkinkan Anda menerapkan fungsi SIG pada kumpulan data Anda dalam satu paket perangkat lunak berbiaya rendah dan mudah digunakan.
Global Mapper® versi baru, rilis 6, mampu menampilkan elevasi data dalam 3D sesungguhnya.
File data Anda dapat di-upload sebagai lapisan. Misalnya, Model Elevasi Digital (DEM), dapat di-upload dengan peta topografis yang dipindai, untuk menciptakan tampilan 3D pada peta. Citra udara digital dapat diletakkan di atas permukaan bersama dengan vektor kontur untuk menciptakan gambar yang menakjubkan dan informatif. Hasilnya dapat dicetak, atau area kerja dapat diekspor ke citra arsiran resolusi tinggi untuk digunakan dalam presentasi atau laporan.
Global Mapper® bukan sekadar perangkat serbaguna, namun memiliki fungsi built-in untuk perhitungan jarak dan area, pembauran arsir dan penyesuaian kontras, melihat elevasi, dan perhitungan garis pandang, serta kemampuan tingkat lanjut seperti rektifikasi citra, pembuatan kontur dari data permukaan, analisis tampilan arah aliran dari data permukaan, serta triangulasi dan melakukan gridding data titik 3D. Tugas berulang dapat diselesaikan dengan menggunakan fungsi bahasa script yang built-in atau konversi batch secara menyeluruh.
Keuntungan Global Mapper®
Fungsi-fungsi yang terdapat pada global mapper diantaranya adalah :
1. Dukungan kepada beragam format terkenal baik raster maupun vektor.
2. Kemampuan akses ke database citra dari Digitalglobe , akses ke database TerraServer-USA dan data topografi daerah USA secara gratis.
3. Koneksi langsung ke sumber data WMS, termasuk akses built in ke database NED 30-m, database SRTM 3-arc second secara gratis.
4. Mendukung tampilan 3D data elevasi.
5. Memotong, proyeksi ulang, menyatukan berbagai data raster dan elevasi, termasuk DRG.
6. Mendukung digitasi. mendukung digitasi, baik titik, garis atau poligon dengan mouse dan hasilnya dapat disimpan dalam berbagai format vektor terkenal. Juga dapat melakukan input data koordinat COGO, hambatan dan jarak.
7. Mendukung GPS. pengguna dapat mengakses GPS dengan global mapper. kita dapat menandai waypoint, merekam jalur semuanya secara live. bahkan kita dapat melakukan koneksi dengan beberapa GPS sekaligus.
8. Dukungan Datum/proyeksi. global mapper mendukung konversi yang akurat antara beberapa sistem proyeksi dan datum.metode NADCON, NTv2, dan lain-lain.
9. Mendukung eksport data ke berbagai macam format yang ada. hampir semua format vektor, raster dan elevasi dapat dieksport ke dalam format-format lain.
10. Pengguna dapat melakukan rektifikasi citra secara grafikal untuk format JPG, TIFF, dan PNG dan menyimpannya sebagai raster yang terkoreksi.
11. Kita dapat menggenerate kontur dari berbagai macam kombinasi data elevasi. kita dapat menentukan kontur interval.
12. Selain itu kita juga bisa melakukan triangulasi otomatis dan gridding untuk data titik 3D.
13. Selain itu juga mendukung kombinasi serta perbandingan terrain surface seperti DEM. kita dapat melakukan operasi pembagian, rata-rata, dan lain -lain.
14. Dukungan untuk NASA World Wind, Google Map, Virtual Earth
15. Anda Dapat menangkap tampilan gambar menjadi file BMP, JPG, PNG atau (Geo)TIFF dengan resolusi yang anda inginkan.
16. Dapat melakukan proses batch konversi untuk berbagai macam file.
17. Auto clip collar untuk DRG, BSB dan DOQQ (marine chart).
18. Dukungan untuk file SDTS DLG, SDTS DEM dan file lain yang di kompres dengan .tar, .gz atau zip.
19. Analisis visualisasi shading komprehensif dengan data elevasi dari lokasi yang spesifik.
20. Analisa LOS (3D Path Profiling and Line of Sight) termasuk kurva bumi, ketinggian reciever/transmiter, dan minimum clearance.
21. Kemampuan Pengukuran, termasuk panjang multi segmen, luas area, analisa cut-and-fill.
22. Kemampuan mengaitkan atribut file vektor ke website atau file lain.
23. mendukung format DEM dan SDTS DEM terkini termasuk DEM Desimeter.
24. Dapat membuka file DLG-O dan DEM langsung dari file kompresi gzip tanpa perlu melakukan dekompress.
25. Dapat memberikan keterangan setiap kali kita menjalankan kursor ke sebuah feature.
26. Mendukung navigasi dengan keyboard.
27. Mencari dan editing data vektor berdasarkan nama, isi atribut atau deskripsinya.
28. Membuka file JPG dengan data posisi EXIF didalamnya.
Untuk menghitung volume permukaan , peta dibuat berdasarkan masukan data raster surface, menampilkan daerah permukaan dan volume dari material yang telah dimodifikasi dengan penambahan atau pemindahan permukaan material.
Data data yang diperlukan yaitu:
Data Raster ( DEM. Etc) Topografi (Disposal / Open Pit)
Buka ArcGis lalu pilih progam
Arcmap > klik Blank Map
Aktifkan Extension 3D Analysis dan Spatial Analysis dengan cara klik
Toolbar Customize lalu pilih Extensions dan checlist.
Jika kedua ekstensi sudah di checklist maka akan muncul 3D Analysis dan
Spatial Analysis pada toolbox
1.
Klik Dropdown menu 3D Spatial
Analyst Tools >> Surface
1. Atau
dengan cara klik Searh >> Ketik Volume
Lalu klik Surface Volume >> input data
raster yang akan anda hitung volumenya. Disini saya akan menggunakan contoh
timbunan Disposal.
Pada kolom di
atas,
Input Surface >> Data DEM/ Raster yang akan dihitung volume nya
Output text file >> Hasil pembacaan dari perhitungan (dalam bentuk .txt)
Reference Plane >> Titik pembacaan arah perhitungan
Plane Height >> Titik elevasi
terendah/ tertinggi sesuai arah perhitungan
Z Factor >> Z factor Anda dalam satuan feet, sementara unit koordinat x,y Anda dalam meter,
maka isikan Z factor nilai 0.3048
Lalu klik OK.
Berikut Hasil perhitungan volume dengan ArcGIS
Berikut tahapan cara menggunakan Add-in Toolbox Convert GPSFile to SHP yang bisa digunakan untuk melakukan konversi GPX to SHP dan KML to SHP.
- Download gratis Add-in Toolbox Convert GPSFile to SHP DISINI.
- Extract di directory yang mudah di kenali, atau buat folder baru misalnya kml2shp.
- Buka ArcMap, tambahkan Convert GPSFile to SHP ke dalam Toolbox dengan cara:
- Klik kanan pada ruang kosong di Toolbox, pilih Add Toolbox
- Browse ke directory tempat Anda meng-ekstrak Add-in Toolbox Convert GPSFile to SHP, temukan fileGPSFile_to_SHP.tbx. Klik OK, maka Anda akan mendapati Toolbox baru dengan nama Convert GPSFile to SHP.
- Kini Anda siap untuk melakukan konversi dari GPX to SHP atau KML to SHP di ArcGIS 10. Double click salah satu script (sesuai kebutuhan Anda) Convert GPX to SHP atau Convert KML to SHP , maka akan muncul form isian untuk menentukan input file yang akan di konversi, menentukan Feature Type-nya (point / polyline / polygon), serta menentukan output file-nya. Klik OK jika isian Anda sudah sesuai.
Catatan penting untuk Add-in Toolbox Convert GPSFile to SHP ini :
- File hasil konversi selalu memiliki sistem proyeksi geographic.
- Tidak bisa meng-konversi KMZ file. Anda harus extract KMZ to KML terlebih dahulu, bisa menggunakan software 7ZIP atau yang lain. Biasanya menghasilkan file dengan nama doc.kml
- Script tidak bisa konversi KML yang dihasilkan oleh Google Maps, walaupun sudah di save ulang di Google Earth. Anda harus digitasi ulang KML dari Google Maps di Google Earth untuk bisa meng-konversi menggunakan tool ini.
- Tool ini masih bisa digunakan di ArcGIS 9.3 / 9.3.1

































